Anjloknya harga Karet membuat masyarakat berpaling ke Daun Puri, harga karet Rp. 5.000 perkilo, sedangkan beras sekarang mencapai Rp. 13 s/d 15.000 perkilo. 3 kilo karet sebanding dengan 1 kilo beras. Masyarakat banyak beralih ke puri, Bayangkan saja 1 kilogram daun puri (basah) mencapai Rp. 5.000 s/d Rp. 7.000, sedangkan daun puri (kering) mencapai Rp. 40.000 s/d 45.000 per kilogram. Maraknya Daun Purik, membuat masyarakat berbondong-bondong menanamnya. Ada juga yang menebang batang karet untuk mengantikannya dengan menanam batang puri. Bibit daun puri menjadi laris, harga dan ukurannya berpariasi 1/2 cm (baru berdaun dua) Rp. 500 s/d Rp 1.000, 10/15 cm dijual dengan harga Rp.10.000 s/d Rp. 15.000 perbatang dan harga lainya.
Disalah satu blog menyatakan kalau daun puri/klatom ini termaksud bahan/zat untuk mencampur Narkoba di blog lain juga memposting masalah mamfaat daun puti/klatom bermamfaat untuk kesehatan. Mamfaatnya sebagai berikut:
Mengatasi Kecanduan Narkoba
Mengatasi Diare
Meningkatkan daya tahan tubuh
Menurunkan tekanan darah tinggi
Meningkatkan Energi
Mengatasi nyeri otot
Mengatasi depresi
Stimulan Seksual
Mengontrol kadar gula darah
Yang jadi pertanyaan sekarang Daun Puri/Klatom Menjadi Bahan/Lahan (Bahan untuk noarkoba/Lahan untuk ekonomi Masyarakat???
Sumber: http://borneoisi.kaffrah.biz/artikel/0/daun_klatom_dan_mamfaatnya_untuk_kesehatan
No comments:
Post a Comment